Saya masih ingat tulisan pak Samuel di Kompas, yang menceritakan kisah dua anak laki-laki. Yang satu bertingkahlaku alim, penurut, taat dan selalu mendengarkan apa yang diinginkan orang tua, sedangkan yang satunya lagi berperilaku merdeka, berpikir kritis dan tidak dalam kotak, cenderung mempunyai pemikiran yang berbeda, percaya diri, berdedikasi dan tidak mau banyak diatur.
Apa yang terjadi setelah mereka berdua besar. Yang alim dan penurut orang tua bekerja di perusahaan orangtuanya dan meneruskan usaha orangtuanya yang masih dalam kendali orang tuanya, sedangkan yang merdeka dia sudah bekerja di Amerika dan mempunyai usaha sendiri disana.
Apa yang mau diungkapkan dalam tulisan tersebut, sebenarnya adalah harapan akan generasi yang merdeka, yang mempunyai dedikasi, tidak menggantungkan diri pada orangtua dan yang jelas mandiri. Kadang ada yang keliru dalam budaya Indonesia, yaitu orangtua terlalu banyak berperan dalam membentuk pribadi yang tidak mandiri. Dan kadang orangtua tidak sadar akan hal ini, karena kecintaan yang berlebihan yang sebetulnya ajaran jawa ada istilahnya yaitu "Tresno tanpo Alis". Coba kita tengok kecintaan Penguasa ORBA Soeharto terhadap anaknya, membuat mereka gagal dalam menangkap nilai-nilai soft skills.
Kemarin saya berkunjung ke kampus UNMER Malang, ada program pengembangan soft skills disana, ternyata UNMER juga sama dengan UDINUS mendapatkan Hibak Kompetisi Soft Skills. UNMER memberikan nilai Mandiri sebagai Inti dari sasaran Program Soft Skills. Terpampang ada dua kelompok yang dituju dalam pengembang softskills tsb yaitu Mahasiswa (Student) dan Dosen (Lecturere).
Di Udinus pun sudah mempersiapkan tim untuk mengembangkan nilai soft skills dengan sasaran mahasiswa dan dosen. Nilai-nilai terpampang di dinding, diharapkan bisa secara mandiri maupun kelompok dikembangkan sendiri baik oleh mahasiswa maupun dosen. Sehingga pribadi mandiri benar-benar terwujud.
30 Oktober, 2008
29 Oktober, 2008
Pelatihan "To be a Leader " Aktivis UDINUS 2008
Rangkaian kegiatan beasiswa aktivis yang didapat dari pemerintah, maka akan diadakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan leadership para aktivis, serta sosialisasi kegiatan kunjungan ke Malaysia dari 11 aktivis UDINUS. Nama kegiatan adalah "To be a leader", dimana kurikulum yang diberikan berkaitan dengan analisis masalah-masalah sosial baik lingkungan internal maupun eksternal yang terjadi di masyarakat. Rencana pelaksanaan pada tanggal 9 November 2008 dan lokasi di camping ground Kopeng Salatiga. Pelatihan ini dirasa sangat penting mengingat tahun 2009 terdapat berbagai peristiwa besar. Di Internal UDINUS terjadi Pergantian Struktural Pejabat baik Rektorat maupun Deknat dan di Indonesia ada pesta akbar demokrasi Rakyat. Diharapkan kemampuan yang didapat dari pelatihan ini bisa dijadikan bekal dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tersebut, sehingga mereka selalu tidak henti-hentinya belajar untuk menjadi pemimpin yang baik.
Ada 4 materi pokok yang diberikan berkaitan kegiatan tersebut yaitu:
Ada 4 materi pokok yang diberikan berkaitan kegiatan tersebut yaitu:
- Komunikasi yang efektif
- Membuat Jaringan Organisasi
- Analisis Kondisi Lingkungan
- Menyusun Gerakan dan Aksi Sosial
Pemuda Yang Bersumpah
Sumpah adalah suatu pernyataan spiritual untuk konsistensi terhadap suatu tekad. Dan sumpah ini memberikan energi spiritual atau roh atau semangat untuk melakukan sesuatu untuk mencapai sesuatu.
Sumpah Pemuda yang bertekad berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia, menjadi energi nasionalis pribumi yang memberikan kesadaran keberagaman yang saling menguatkan, atau kekuatan dalam keberagaman.
Bagaimana dengan Pemuda yang bersumpah pada jaman sekarang? Masihkan sebatas sumpah serapah, atau sumpah gombal terhadap pacar? Sudahkan Pemuda jaman sekarang menemukan nilai spiritualitas suatu sumpah untuk berbangsa dan berbangsa dalam keanekaragaman baik agama, suku bangsa dan bahasa? Apakah kita sudah tergiring dalam semangat primodialisme dan sektarianisme, bahkan mungkin semangat materialisme atau hendonisme?
Kadang kita tidak merasakan secara sadar bahwa primodialisme dan sektarianisme semakin melilit kita dalam melihat berbagai masalah berbangsa dan bernegara, dan semangat inipun secara tidak sadar ditularkan ke orang lain. Lihat akhir-akhir ini Rancangan Undang-undang cenderung tidak bernuansa keberagaman, tetapi cenderung ada pesan tersembunyi untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Dengan cara inilah kita memaknai nilai Spiritual Sumpah Pemuda?
Sumpah Pemuda yang bertekad berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia, menjadi energi nasionalis pribumi yang memberikan kesadaran keberagaman yang saling menguatkan, atau kekuatan dalam keberagaman.
Bagaimana dengan Pemuda yang bersumpah pada jaman sekarang? Masihkan sebatas sumpah serapah, atau sumpah gombal terhadap pacar? Sudahkan Pemuda jaman sekarang menemukan nilai spiritualitas suatu sumpah untuk berbangsa dan berbangsa dalam keanekaragaman baik agama, suku bangsa dan bahasa? Apakah kita sudah tergiring dalam semangat primodialisme dan sektarianisme, bahkan mungkin semangat materialisme atau hendonisme?
Kadang kita tidak merasakan secara sadar bahwa primodialisme dan sektarianisme semakin melilit kita dalam melihat berbagai masalah berbangsa dan bernegara, dan semangat inipun secara tidak sadar ditularkan ke orang lain. Lihat akhir-akhir ini Rancangan Undang-undang cenderung tidak bernuansa keberagaman, tetapi cenderung ada pesan tersembunyi untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Dengan cara inilah kita memaknai nilai Spiritual Sumpah Pemuda?
Pesparawi X di UKSW
Pesta Paduan Suara Mahasiswa Gerejawi X dilaksanakan di UKSW Salatiga, dan dibuka pada tanggal 27 Oktober 2008 di GOR Kridanggo. Persiapan yang luarbiasa dipersiapkan untuk mensukseskan pesta akbar tersebut. Parade Drum Band dari AKPOL dengan 350 personil, cukup membuat acara pembukaan sangat meriah dan megah. Biarpun hujan mengguyur tapi tidak mengurangi semangat mereka untuk memamerkan kerja tim yang sungguh indah dan luarbiasa.
Terdiri dari 32 peserta yang berasal dari seluruh pulau, dari Irian, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, Flores, Bali dan Pulau Jawa. Sungguh mencerminkan pertemuan yang luarbiasa.
Direncanakan Mentri Pendidikan untuk bisa hadir, ini terlihat dari spanduk yang terpampang besar di pingir jalan. Tetapi sayang sekali, Acara rutin tersebut tidak dihadiri mentri Pendidikan, entah alasannya apa, yang jelas ketidak hadiran beliau menunjukkan bahwa PESPARAWI tidak menjadi prioritas utama beliau. Why?
Terdiri dari 32 peserta yang berasal dari seluruh pulau, dari Irian, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, Flores, Bali dan Pulau Jawa. Sungguh mencerminkan pertemuan yang luarbiasa.
Direncanakan Mentri Pendidikan untuk bisa hadir, ini terlihat dari spanduk yang terpampang besar di pingir jalan. Tetapi sayang sekali, Acara rutin tersebut tidak dihadiri mentri Pendidikan, entah alasannya apa, yang jelas ketidak hadiran beliau menunjukkan bahwa PESPARAWI tidak menjadi prioritas utama beliau. Why?
12 Agustus, 2008
Daftar Mahasiswa Aktivis Pendapat Beasiswa Unggulan
Dibawah ini adalah daftar mahasiswa aktivis yg mendapatkan beasiswa unggulan dai DIKNAS.

Aktivis Udinus Mendapat Beasiswa Ke Malaysia
SEBELAS AKTIVIS UDINUS KE MALAYSIA
Mahasiswa sebagai unsur perguruan tinggi perlu didorong dalam mengembangkan dan mendewasakan dirinya untuk menjadi manusia pembangunan yang dapat mewujudkan masa depan bangsa dan negara yang lebih baik. Sehubungan dengan itu, UDINUS sebagai perguruan tinggi yang unggul terus mengembangkan iklim yang demokratis agar dapat mendukung iklim yang kondusif untuk berkreatif dan berinovatif.
Universitas Dian Nuswantoro dengan visi misinya berusaha dengan berbagai cara untuk mendukung mahasiswa dalam mengembangkan pemikiran yang konstruktif dan kreatif baik dalam hal pengembangan ilmu, teknologi dan kemampuan kewirausahaan maupun dalam pembangunan secara menyeluruh. Usaha ini tidaklah berhenti kepada proses, melainkan diteruskan secara berkesinambungan sehingga mampu menghasilkan alumni yang berkepribadian dan berkarakter. Dengan demikian UDINUS mampu mempersembahkan kader-kader pembangunan kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat.
Dalam kenyataan di masyarakat, bahwa para mantan aktivis di Perguruan Tinggi akan menjadi sosok panutan dan mendominasi dalam penyelesaian masalah maupun pengambilan keputusan. Maka dirasa perlu para aktivis dibekali sesuatu kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan aktivis. Sehingga dengan demikian kelak para aktivis benar-benar menjadi cerminan produk pendidikan Tinggi yang mengacu kepada visi Diknas yaitu insan cerdas dan kompetitif.
Dalam rangka memberikan penghargaan kepada aktivis mahasiswa dan untuk pelaksanaan program DEPDIKNAS tentang pelakasanaan beasiswa unggulan, maka Universitas Dian Nuswantoro mengadakan kegiatan pertukaran pelajar / Studi Banding ke Malaysia. Hal ini diharapkan membawa dampak positif bagi para aktivis Mahasiswa didalam mengoptimalkan perkembangan dirinya secara utuh, sehingga benar-benar Universitas Dian Nuswantoro menjadi ladang yang subur didalam menghasilkan kader-kader bangsa yang berkarakter dan berkepribadian serta menjadi insan-insan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang cerdas, berwawasan kebangsaan, bermutu, terampil/ahli, profesional, mandiri, mampu belajar sepanjang hayat dan memiliki kecakapan hidup. Lulusan inilah yang merupakan insan bangsa yang unggul.
Pertukaran pelajar akan diadakan tanggal 19 s/d 28 Agustus 2008. Dua perguruan tinggi yang akan menjadi tujuan yaitu MMU dan UCI Malaysia. Sebanyak 11 mahasiswa aktivis mendapat beasiswa unggulan, masing-masing berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp. 8.400.000 dari pemerintah, yang diberikan dalam bentuk biaya pendidikan dan biaya hidup.
Mahasiswa sebagai unsur perguruan tinggi perlu didorong dalam mengembangkan dan mendewasakan dirinya untuk menjadi manusia pembangunan yang dapat mewujudkan masa depan bangsa dan negara yang lebih baik. Sehubungan dengan itu, UDINUS sebagai perguruan tinggi yang unggul terus mengembangkan iklim yang demokratis agar dapat mendukung iklim yang kondusif untuk berkreatif dan berinovatif.
Universitas Dian Nuswantoro dengan visi misinya berusaha dengan berbagai cara untuk mendukung mahasiswa dalam mengembangkan pemikiran yang konstruktif dan kreatif baik dalam hal pengembangan ilmu, teknologi dan kemampuan kewirausahaan maupun dalam pembangunan secara menyeluruh. Usaha ini tidaklah berhenti kepada proses, melainkan diteruskan secara berkesinambungan sehingga mampu menghasilkan alumni yang berkepribadian dan berkarakter. Dengan demikian UDINUS mampu mempersembahkan kader-kader pembangunan kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat.
Dalam kenyataan di masyarakat, bahwa para mantan aktivis di Perguruan Tinggi akan menjadi sosok panutan dan mendominasi dalam penyelesaian masalah maupun pengambilan keputusan. Maka dirasa perlu para aktivis dibekali sesuatu kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan aktivis. Sehingga dengan demikian kelak para aktivis benar-benar menjadi cerminan produk pendidikan Tinggi yang mengacu kepada visi Diknas yaitu insan cerdas dan kompetitif.
Dalam rangka memberikan penghargaan kepada aktivis mahasiswa dan untuk pelaksanaan program DEPDIKNAS tentang pelakasanaan beasiswa unggulan, maka Universitas Dian Nuswantoro mengadakan kegiatan pertukaran pelajar / Studi Banding ke Malaysia. Hal ini diharapkan membawa dampak positif bagi para aktivis Mahasiswa didalam mengoptimalkan perkembangan dirinya secara utuh, sehingga benar-benar Universitas Dian Nuswantoro menjadi ladang yang subur didalam menghasilkan kader-kader bangsa yang berkarakter dan berkepribadian serta menjadi insan-insan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang cerdas, berwawasan kebangsaan, bermutu, terampil/ahli, profesional, mandiri, mampu belajar sepanjang hayat dan memiliki kecakapan hidup. Lulusan inilah yang merupakan insan bangsa yang unggul.
Pertukaran pelajar akan diadakan tanggal 19 s/d 28 Agustus 2008. Dua perguruan tinggi yang akan menjadi tujuan yaitu MMU dan UCI Malaysia. Sebanyak 11 mahasiswa aktivis mendapat beasiswa unggulan, masing-masing berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp. 8.400.000 dari pemerintah, yang diberikan dalam bentuk biaya pendidikan dan biaya hidup.
07 Agustus, 2008
Merdeka Bagi Mahasiswa
Wahai mahasiswa, sudahkan anda merasa merdeka? Soekarno muda bisa menjadi tokoh yang visioner karena merasakan belum merdeka saat itu, kesadaran ini memotivasi Sukarno muda untuk mempelajari semua buku, semua Idiologi, cara berpidato yng menarik, menggalang masa, berteriak dan berjuang sampai meberikan kesadaran jati diri bangsa Indonesia .
Demikian juga wahai mahasiswaku, apa yang dilakukan mahasiswa angkatan 66 dan 97 yang heroik karena merasakan belum merdeka ditindas oleh rezim berkuasa. Mereka berteriak, demo dijalan, menggalang masa hanya untuk memperjuangkan visi yang diyakini benar.
Perasaan belum merdeka bisa merupakan pendongkrak untuk melahirkan sikap kritis terhadap situasi dan kondisi status quo yang kalau dibiarkan hanya menguntungkan pada segelintir orang.
Bagaimana anda menjawab? Jika anda bingung menjawabnya apakah sudah merdeka atau belum, maka anda menjadi obyek empuk untuk dimatikan daya fikir kritis, ditambah lagi jika anda dininabobokkan dengan era yang serba instan seperti halnya banyak rakyat Indonesia disaat dijajah Belanda. bersambung ......
Demikian juga wahai mahasiswaku, apa yang dilakukan mahasiswa angkatan 66 dan 97 yang heroik karena merasakan belum merdeka ditindas oleh rezim berkuasa. Mereka berteriak, demo dijalan, menggalang masa hanya untuk memperjuangkan visi yang diyakini benar.
Perasaan belum merdeka bisa merupakan pendongkrak untuk melahirkan sikap kritis terhadap situasi dan kondisi status quo yang kalau dibiarkan hanya menguntungkan pada segelintir orang.
Bagaimana anda menjawab? Jika anda bingung menjawabnya apakah sudah merdeka atau belum, maka anda menjadi obyek empuk untuk dimatikan daya fikir kritis, ditambah lagi jika anda dininabobokkan dengan era yang serba instan seperti halnya banyak rakyat Indonesia disaat dijajah Belanda. bersambung ......
01 Agustus, 2008
Hasil Peksiminas IX Jambi 2008
Tepat Jam 10 Hari Sabtu Tanggal 25 Juli 2008 Peksiminas dibuka oleh Mentri Pendidikan dan ditutup pada tanggal 29 Juli 2008. Para pemenang lomba diumumkan saat acara penutupan, dan cukup membanggakan UDINUS dalam hal ini UKM Teater Kaplik mendapat Juara Satu Film Pendek dengan judul "Preman A - Z". Film pendek ini menceritakan kisah seorang Bos Preman yang buta huruf dan akhirnya dengan caranya sendiri yaitu dengan menculik seorang Guru untuk dipaksa mengajari membaca di markas kekuasaannya. Ada semangat untuk menjadi orang pandai, dengan pantang menyerah untuk tidak berhenti belajar. Ini menunjukkan bahwa masalah Premanisme akarnya karena kurangnya pendidikan dikalangan mereka. Lokasi Shooting adalah Kampus UDINUS, Kota Lama, Tawang, Pasar Mbulu dan BSB. Sutradara dari film pendek tersebut adalah Dimas Ari Pranata dengan Pimpronya Ali Muchson.
Adapun perolehan juara untuk tim BPSMI Jateng adalah:
#Dua Juara I (emas):
- Film pendek (UDINUS)
- Penulisan Cerpen (ISI Solo)
#Empat juara II (Perak):
- Monolog (IKIP PGRI)
- Poster (UNNES)
- Naskah Lakon (UNDIP)
- Keroncong (UNSOED)
#Delapan Juara III ( Perunggu)
#Selain itu ada Juara Harapan I sebanyak 4 buah dan untuk juara harapan 2 sebanyak 2 buah.
Hasil lengkap Peksiminas adalah:
- TIM Mahasiswa JATIM
- TIM Mahasiswa JATENG
- TIM Mahasiswa DIY
- TIM Mahasiswa Bali
- TIM Mahasiswa DKI
Untuk tahun 2006 Peksiminas VIII di Makasar Tim Jateng juara Umum.
15 (Limabelas) Finalis Mawapres Nasional 2008
Para Finalis Mahasiswa Berprestasi (Mawapres 2008) sudah ditetapkan, Presentasi akan diadakan pada tanggal 13 s/d 18 Agustus 2008 di Hotel Bintang jl. Raden Saleh no. 16 Jakarta Pusat. Udinus lolos masuk 15 finalis, yang akan bertanding di tingkat Nasional. Daftar 15 Finalis sbb:
Mawapres Nasional akan dibuka apada tanggal 13 Agustus 2008 jam 19.00 WIB berlokasi di hotel tersebut, dilanjutkan dengan perkenalan dan undian. Di hari kedua 14 Agustus 2008 penilaian dan presentasi Karya Tulis, penilaian bahasa inggris, Interview Intra Ekstra dan penilaian kepribadian secara paralel, kegiatan ini masih dilanjutkan sampai tanggal 15 Agustus. Tanggal 16 Agustus mengikuti Sidang paripurna dan tanggal 17 Agustus mengikuti upacara bendera bersama presiden dan tanggal 18 Agustus 2008 pulang ke daerah asal.
Jika kita buat deskriptifnya dri 15 finalis terdapat 4 dari Perguruan Tinggi swasta yaitu UDINUS, UNISSULA, UII dan Univ. Ahmad Dahlan. UDINUS dan Unissula dari Kopertis VI Jateng sedangkan UII dan Univ. Ahmad Dahlan dari Kopertis Ygyakarta. Kenapa dari sekian Kopertis hanya 2 kopertis yang lolos finalis? Bagaimana kabarnya kopertis yang lainnya?
Ternyata terdapat PTN besar yang tidak lolos 15 besar seperti UGM, ITB, UNDIP, Unsud Purwokerto dll. Dan coba dilihat juga perguruan tinggi di luar Pulau Jawa hanya dua yaitu USU Medan dan Univ. Udayana Bali. Bagaimana dengan perguruan tinggi di daerah Indonesia bagian Timur? Kok tidak ada yang mewakili satupun? Sebuah pertanyaan dan bahan refleksi buat kita semua.

Mawapres Nasional akan dibuka apada tanggal 13 Agustus 2008 jam 19.00 WIB berlokasi di hotel tersebut, dilanjutkan dengan perkenalan dan undian. Di hari kedua 14 Agustus 2008 penilaian dan presentasi Karya Tulis, penilaian bahasa inggris, Interview Intra Ekstra dan penilaian kepribadian secara paralel, kegiatan ini masih dilanjutkan sampai tanggal 15 Agustus. Tanggal 16 Agustus mengikuti Sidang paripurna dan tanggal 17 Agustus mengikuti upacara bendera bersama presiden dan tanggal 18 Agustus 2008 pulang ke daerah asal.
Jika kita buat deskriptifnya dri 15 finalis terdapat 4 dari Perguruan Tinggi swasta yaitu UDINUS, UNISSULA, UII dan Univ. Ahmad Dahlan. UDINUS dan Unissula dari Kopertis VI Jateng sedangkan UII dan Univ. Ahmad Dahlan dari Kopertis Ygyakarta. Kenapa dari sekian Kopertis hanya 2 kopertis yang lolos finalis? Bagaimana kabarnya kopertis yang lainnya?
Ternyata terdapat PTN besar yang tidak lolos 15 besar seperti UGM, ITB, UNDIP, Unsud Purwokerto dll. Dan coba dilihat juga perguruan tinggi di luar Pulau Jawa hanya dua yaitu USU Medan dan Univ. Udayana Bali. Bagaimana dengan perguruan tinggi di daerah Indonesia bagian Timur? Kok tidak ada yang mewakili satupun? Sebuah pertanyaan dan bahan refleksi buat kita semua.
PKM Pendapatan Tambahan Mahasiswa Kreatif
PROPOSAL PKM 2008
Dikti mengundang mahisiswa untuk mengajukan usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 4 bidang yaitu:
- PKMP (Penelitian)
- PKMM (Pengabdian pada Masyarakat)
- PKMK (Kewirausahaan)
- PKMT (Teknologi)
Persyaratan pengiriman proposal:
- Setiap usulan proposal dibuat rangkap 3 (tiga)
- Surat Pengantar Resmi dari Perguruan Tinggi
- CD/Disket beserta print out rekap daftar isian proposal
- Batas waktu pengajuan usulan selambat-lambatnya tanggal 10 Oktober 2008 pukul 16.00 WIB.
- Bagi mahasiswa UDINUS yang mempunyai keinginan untuk mengirim PKM atau mendapatkan informasi berkaitan dengan proposal PKM segera menghubungi BIMA Gedung A lantai I. Proposal akan didanai oleh dana APBN sebesar maksimal 6 juta. Pedoman Penulisan PKM bisa di Unduh di http://dp2m-dikti.net/data/panduan7/panduanvii.html
Langganan:
Postingan (Atom)
