10 Agustus, 2009
Dikti Mengundang Mahasiswa untuk Membuat Proposal PKM 2010
Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa, Direktorat Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan
kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan
usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 4 bidang yaitu : PKMP,
PKMM, PKMK, dan PKMT yang akan didanai tahun 2010.
Perlu kami informasikan bahwa sesuai panduan PKM tahun 2009 pedoman
pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal ke Direktorat
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) dapat di download pada
website : http://www.dp2m-dikti.net, dengan headline : Usulan Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2009.
Sehubungan hal tersebut di atas kami sangat berterima kasih apabila Saudara
berkenan menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa di perguruan
tinggi Saudara, dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Setiap usulan proposal dibuat rangkap 2 (dua)
2. Surat pengantar resmi dari perguruan tinggi
3. CD/disket berserta print out rekap daftar seluruh proposal dari Perguruan
Tinggi Saudara diisi sesuai form terlampir
4. Dikirim via email ke alamat : pkmdikti@gmail.com cc : tantointer@gmail.com
5. Batas waktu pengajuan usulan selambat-lambatnya tanggal 9 Oktober 2009
pukul 16.00 WIB, dengan alamat :
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Gedung Dikti Lt. IV Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu Senayan
Jakarta.
Apabila pengiriman proposal lewat dari batas waktu yang telah ditentukan, dan
pengiriman proposal tidak disertai CD (Compact Disk) yang berisi rekapitulasi
data proposal maka proposal tidak akan diproses.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Pelatihan PKM Kopertis VI tahun 2009 di Salatiga
Adapun Tim pelatih PKM adalah:
1. Drs. Priyono, MSi - UMS
2. Drs. Harun Djoko - UMS
3. Y. Tyas Catur Pramudi, S.Si, M.Kom - Udinus
4. Ir. Djoko Setijowarno, MT - UNIKA
Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa PKM adalah program kreativitas mahasiswa merupakan program rutin tahunan yang diadakan oleh DP2M DIKTI. Pendanaan program untuk tahun 2010 meningkat dari 6 juta menjadi 10 juta. Proposal dikirim ke DP2M Dikti paling lambat 8 Oktober 2009.
Program Hibah Kompetisi Asosiasi Profesi Mahasiswa (PHK-APM)
Adapun ketentuan dan persyaratan PHK-APM adalah sebagai berikut:
1.Asosiasi profesi mahasiswa yang dapat mengajukan proposal adalah organisasi kemahasiswaan antar kampus, dengan anggota minimal empat perguruan tinggi.
2.Tema program yang dapat diambil dari proposal yang diajukan adalah:
a. Pembentukan dan pengembangan tata kelola organisasi profesi
b. Pengembangan program unggulan asosiasi berbasis bidang ilmu
c. Pengembangan perangkat pendukung proses pembelajaran untuk mempersiapkan keprofesian mahasiswa
d. Pengembangan kegiatan go field industri dan dunia kerja untuk peningkatan kualitas ak
ademik
3. Setiap asosiasi profesi mahasiswa hanya dapat mengusulkan satu proposal dengan memilih satu atau lebih tema program.
4. Proposal harus ditanda tangani oleh pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan tempat proposal diusulkan, dan disampaikan kepada:
Direktorat Akademik Ditjen Dikti
d/a Gedung D Depdiknas Lt. 7
Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu - Senayan Jakarta,
Telp/Fax (021) 57946072
5.Proposal sudah diterima Direktorat Akademik Ditjen Dikti paling lambat tanggal 15 Mei 2009, dan penetapan calon penerima PHK - APM tanggal 1 Juni 2009; dimungkinkan pada bulan yang sama pada tahun 2010.
6.Besarnya dana hibah PHK - APM untuk setiap asosiasi profesi maksimal Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah).
7.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Panduan Penyusunan Proposal Program Hibah Kompetisi Asosiasi Profesi Mahasiswa (PHK-APM) Tahun 2009 di www. Dikti.go.id
27 Februari, 2009
KKTM berubah Menjadi PKM GT
Perbedaan KTM dan PKM GT.
Sebenarnya keduanya mempunyai format penulisan yang sama, hanya ada perbedaan-perbedaan yang perlu disesuaikan dengan aturan PKM GT. Adapun PKM GT mempunyai jumlah halaman sebanyak 10 s/d 15 halaman dikumpulkan dengan warna coklat. Topik bebas tidak ditentukan seperti KTM dulu, tetapi tetap mengacu pada tema "Daya saing Bangsa dan Keunggulan Lokal". Yang dinyatakan lolos akan diberi insentif sebesar Rp. 3.000.000 rupiah.
Perbedaan PKM GT dan PKM AI.
PKM GT adalah berupa karya tulis ilmiah yang didalamnya berisi gagasan-gagasan kreativ yang bisa dikatakan baru, dan bukan hasil penelitian eksperimental. Gagasan bisa muncul dari tulisan atau penelitian orang lain, pengamatan atau studi literatur.
Sedangkan PKM AI adalah program Karya Tulis Artikel Ilmiah yang dulu dikenal dengan nama PKMI. Syarat PKM AI adalah hasil tulisan yang didasarkan pada apa yang sudh dilakukan oleh mahasiswa berupa penelitian, kegiatan pengabdian atau kegiatan yang lainnya. PKM AI diberi sampul Hijau Muda.
PKM AI dikumpulkan bersamaan dengan PKM GT yaitu pada tanggal 10 Maret 2009 ke DP2M Dikti Jakarta. Untuk informasi lanjut kunjungi web www.dp2m-dikti.net.
20 Februari, 2009
Rahasia Jumat Legi
Jumat Legi mempunyai nilai 11, dan untuk mengetahui ramalan weton maka harus dibagi 10 maka akan mempunyai sisa 1. Sisa 1 itu namanya "Wasesa Segara" Watakipun : Jembar budine, sugih pangapura, amot ujar ala lan becik, gedhe wibawane.
Saya menyadari bahwa darah yang mengalir dalam nadi saya adalah Jowo, maka filsafat Jowo pun harus saya ugemi dan uri-uri. Saya keluar dari guwo Garbo ibu saya pada weton Jumat legi dan saya keluar dari ruang rektorat pun hari Jumat legi (23 Januari 2009), ternyata pengganti sayapun (WR3 baru Pak Fanani) juga mempunyai weton Jumat Legi. Suatu kebetulan atau sudah menjadi "penyelenggaraan Ilahi" manusia tidak tahu, tetapi sebagai sesama orang yang mempunyai weton jumat legi harus optimis bahwa kewibawaan weton ini akan memberikan spirit yang besar.
Wasesa Segara adalah nama yang sungguh luar biasa berwibawa, maka harus gagah perkasa dalam menghadapi segala masalah dan cobaan. Motto "Jika Tuhan di pihakku tiada yang mampu mengalahkan aku" adalah motto yang pas untuk menjadikan pribadi berwibawa dalam segala kemelut. Karena memang kita tidak dibiarkan menjadi anak yatim piatu melainkan selalu didampingi Tuhan dalam segala perkara.
SEWINDU DI BIDANG KEMAHASISWAAN
Perguruan tinggi sebagai wadah pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai ideal dan kebenaran, menjadi literatur dan referensi berjalannya suatu organisasi yang baik, dimana dicerminkan aturan dijunjung tinggi diatas segalanya.
Menjabat 2 periode berarti sudah 8 tahun berkecimpung pada bidang yang sama, dan secara teoritis disinilah titik kejenuhan terjadi sehingga kepemimpinan menjadi tidak kreatif bahkan kurang produktif.
Selama delapan tahun memimpin tentu ada karya-karya yang perlu dikenang baik itu dari sisi keberhasilan dan kegagalan.
Sebagian karya yang bisa dikenang adalah:
10 besar Mawapres Tingkat Nasional 2008
Medali emas Peksiminas Jambi 2008
Juara 2 Mawapres Kopertis 2008
Medali Emas POMNAS 2005
Juara Umum Porsimaptar 2006
Juara Umum Porseni Rayon 2002
10 Besar Libama Nasional 2002 s/d 2003
Program hibah kompetisi Soft skills 2008 DIKTI
Program Hibah kompetisi Coop 2008 DIKTI
Beasiswa unggulan 11 Mhs Student Excange ke Malesia 2008
Mengawinkan Juara 1 libama daerah tim putra dan putri 2007
Peningkatan jumlah PKM yang lolos 1(2007), 10(2008) dan 15(2009)
Peningkatan penerima PKMI yang lolos 2 karya (2008)
Menghantar mahasiswa ke PIMNAS dari 1 (2007); 2 (2008)
Juara 2 LKTM 2007 Kopertis
Penghargaan dari Pengda Perbasi award 2008
Piala bergilir Rektor UKSW Sepak bola
Piala bergilir Rektor UMS bola basket dll
Akhir dari perjalanan panjang memimpin bidang kemahasiswaan sudah berakhir pada tanggal 31 Januari 2009. Berhenti dengan mekanisme yang indah, karena memang tanggal itulah ketentuan secara legal berakhir.
Dengan berakhirnya memimpin di bidang tersebut tidak berarti berhentinya kiprah dibidang kemahasiswaan. Kecintaan terhadap generasi muda tidak akan pudar, sehingga tetap berusaha dan berupaya untuk mempunyai manfaat demi berkembangnya suatu generasi bangsa untuk bisa dihantarkan pada prestasi puncak menuju tercapainya insan cerdas dan kompetitif.
Berkarya tidak harus memimpin, tetapi berkarya adalah bagaimana kita bermanfaat bagi kehidupan.
18 November, 2008
Antara Softskills dan ESQ
ESQ atau kecerdasan Emosional Spiritual digulirkan oleh Ary Ginanjar, dengan gaya kasnya melaui kekuatan sound sistem dan banyak sekali menyadur ayat-ayat suci, sehingga warna agama kental sekali. Peserta diaduk-aduk perasaanya sehingga merasa bersalah, berdosa, kecil dan seolah-olah tidak berdaya dll yang pada akhirnya peserta menangis terharu, apalagi mengingat relasi dengan sosok Bunda. Pasca itu penceramah memasukan atribut sehingga peserta sangat berkesan dan akan mengingat hal itu.
Nah sekarang apa itu program soft skills. Sasaran program ini sebetulnya sama, tetapi diberikan dengan cara berbeda. Soft skills tidak menggunakan soud sistem dan lagu-lagu melankolis yang membantu peserta masuk kedalam suasana kontemplasi. Softskills menggunakan cara yang biasa, dengan berbagai macam permainan yang pada intinya memberikan kesadaran kepada peserta akan pentingnya mengembangkan keserdasan Emosional dan Spiritual. Dan yang menarik dari softskills adalah tidak banyak menggunakan ayat-ayat suci secara fulgar, melainkan menggunakan kata-kata bijak yang mungkin saja kata-kata bijak itu hasil saduran dari kitab suci.
Bukankah Softskills itu juga mengembangkan kecerdasan Emosional dan Spiritual, tentu saja, cuma kadang ada salah menangkap istilah kecerdasan spiritual yang sering dimaknai sama dengan kecerdasan religius. Padahal kalau kita menangkap arti spiritual itu adalah roh, semangat, motivasi, kekuatan yang membuat seseorang pantang menyerah untuk mencapai tujuan.
30 Oktober, 2008
Generasi Muda yang Mandiri
Apa yang terjadi setelah mereka berdua besar. Yang alim dan penurut orang tua bekerja di perusahaan orangtuanya dan meneruskan usaha orangtuanya yang masih dalam kendali orang tuanya, sedangkan yang merdeka dia sudah bekerja di Amerika dan mempunyai usaha sendiri disana.
Apa yang mau diungkapkan dalam tulisan tersebut, sebenarnya adalah harapan akan generasi yang merdeka, yang mempunyai dedikasi, tidak menggantungkan diri pada orangtua dan yang jelas mandiri. Kadang ada yang keliru dalam budaya Indonesia, yaitu orangtua terlalu banyak berperan dalam membentuk pribadi yang tidak mandiri. Dan kadang orangtua tidak sadar akan hal ini, karena kecintaan yang berlebihan yang sebetulnya ajaran jawa ada istilahnya yaitu "Tresno tanpo Alis". Coba kita tengok kecintaan Penguasa ORBA Soeharto terhadap anaknya, membuat mereka gagal dalam menangkap nilai-nilai soft skills.
Kemarin saya berkunjung ke kampus UNMER Malang, ada program pengembangan soft skills disana, ternyata UNMER juga sama dengan UDINUS mendapatkan Hibak Kompetisi Soft Skills. UNMER memberikan nilai Mandiri sebagai Inti dari sasaran Program Soft Skills. Terpampang ada dua kelompok yang dituju dalam pengembang softskills tsb yaitu Mahasiswa (Student) dan Dosen (Lecturere).
Di Udinus pun sudah mempersiapkan tim untuk mengembangkan nilai soft skills dengan sasaran mahasiswa dan dosen. Nilai-nilai terpampang di dinding, diharapkan bisa secara mandiri maupun kelompok dikembangkan sendiri baik oleh mahasiswa maupun dosen. Sehingga pribadi mandiri benar-benar terwujud.
29 Oktober, 2008
Pelatihan "To be a Leader " Aktivis UDINUS 2008
Ada 4 materi pokok yang diberikan berkaitan kegiatan tersebut yaitu:
- Komunikasi yang efektif
- Membuat Jaringan Organisasi
- Analisis Kondisi Lingkungan
- Menyusun Gerakan dan Aksi Sosial
Pemuda Yang Bersumpah
Sumpah Pemuda yang bertekad berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia, menjadi energi nasionalis pribumi yang memberikan kesadaran keberagaman yang saling menguatkan, atau kekuatan dalam keberagaman.
Bagaimana dengan Pemuda yang bersumpah pada jaman sekarang? Masihkan sebatas sumpah serapah, atau sumpah gombal terhadap pacar? Sudahkan Pemuda jaman sekarang menemukan nilai spiritualitas suatu sumpah untuk berbangsa dan berbangsa dalam keanekaragaman baik agama, suku bangsa dan bahasa? Apakah kita sudah tergiring dalam semangat primodialisme dan sektarianisme, bahkan mungkin semangat materialisme atau hendonisme?
Kadang kita tidak merasakan secara sadar bahwa primodialisme dan sektarianisme semakin melilit kita dalam melihat berbagai masalah berbangsa dan bernegara, dan semangat inipun secara tidak sadar ditularkan ke orang lain. Lihat akhir-akhir ini Rancangan Undang-undang cenderung tidak bernuansa keberagaman, tetapi cenderung ada pesan tersembunyi untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Dengan cara inilah kita memaknai nilai Spiritual Sumpah Pemuda?
