Pekan Seni Mahsiswa Nasional harus dipersiapkan terlebih dahulu agar Mahasiswa Jawa Tengah mampu mempertahankan kejayaanya seperti pada tahun 2006, menjadi juara umum. Salah satunya adalah menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Daerah, sebagai ajang seleksi.
Ada 6 tangkai Seni yang akan dikompetisikan yang pelaksanaan diantara bulan Mei dan Juni.
1.Seni Tari tanggal 27-28 Juni di UNNES
2.Vocal Group 23 Mei 2008 di UKSW
3.Nyanyi Tunggal 12-14 Mei 2008 di Oniversitas Jendral Soedirman Purwokerto
4.Puisi 10 Juni 2008 di UNDIP
5.Teater Monolog 29-31 Mei 2008 di ISI Solo
6.Seni Rupa 18-19 Juni 2008 di UDINUS pengumpulan karya paling lambat 13 Juni
Karena UDINUS menyelenggarakan tangkai Seni Rupa maka akan diberikan petunjuk Teknis pada tangkai tersebut.
A.Juri
Dewan Juri masing-masing kelompok 3 orang dan dipimpin oleh seorang ketua dewan juri yang bertanggung jawab kepada panitia. Penjurian terdiri dari 4 kelompok :
1. Lukis dan Komik strip
2. Poster/Desain Grafis
3. Fotografi
4. Film Pendek
Dewan juri merupakan tokoh-tokoh seni rupa yang kompeten dibidangnya.
Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, dan untuk menjunjung tinggi objektifitas dalam penyelenggaraan seleksi maka setiap peserta tidak diperkenankan untuk alasan apapun untuk mengadakan hubungan dengan dewan juri.
B. Perlengkapan Lomba (khusus untuk Komik Strip)
Untuk lomba Komik Strip (on the spoot) panitia hanya menyediakan kertas gambar, untuk alat dan medium lainnya dipersiapkan sendiri oleh peserta.
C. Pendaftaran
- Pendaftaran seleksi Pekan Seni Mahasiswa Daerah BPSMI Jawa Tengah tahun 2008 tangkai Seni Rupa dibuka mulai tanggal 1 Mei 2008 dan ditutup pada tanggal 14 Juni 2008
- Pelayanan pendaftaran bertempat di kantor Biro Kemahasiswaan Universitas Dian Nuswantoro Jalan Nakula No. 5-11 Semarang.
- Mengisi dan menyerahkan kembali formulir pendaftaran di tempat pendaftaran dengan disertai hasil karya (kecuali komik strip), fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa dan Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Wakil Rektor III atau Ketua Biro Kemahasiswaan Perguruan Tinggi bersangkutan.
- Membayar Uang pendaftaran setiap peserta tangkai lomba membayar sebesar Rp. 50.000,- dan kecuali untuk film pendek sebesar Rp.100.000,-
D. Ketentuan Tambahan Lainnya
- Apabila ada perubahan yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan lomba akan disampaikan melalui surat/telepon, bila hal-hal tersebut sangat urgensi.
- Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung ke sekretariat lomba.
- Biaya transportasi, akomodasi, dan konsusmsi peserta selama mengikuti lomba menjadi beban peserta lomba.
- Karya yang tidak lolos seleksi dapat diambil pada saat berlangsungnya pameran ke panitia lomba
13 April, 2008
11 Maret, 2008
Presma Baru Semangat Baru

Siapa yang tidak kenal dengan Sosok Makhbub Zunaidi. Sosok mahasiswa yang patut diteladani menjadi aktivis sekaligus mempunyai IPK diatas 3,61 hal ini jelas mematahkan anggapan bahwa menjadi aktivis adalah sekedar pelarian, bukan itu melainkan adalah panggilan dan pilihan. Mahasiswa semester 6 Fakultas Teknik program studi Teknik Industri dengan NIM: E12.2005.00144 lahir di Jepara 10 Januari 1983, dan pernah menjuarai LKTM tingkat Fakultas, mampu mengungguli kedua kandidat lainnya dengan perolehan suara 176; sedangkan kandidat lainya 174 dan 170. Perolehan suara yang sangat ketat, menunjukkan bahwa kandidat calon Presiden semuanya bermutu baik, populer dan mempunyai karisma yang besarnya relatif sama.
Ada kesan seolah-olah bergilir berdasarkan fakultas, setelah FIK-2005 , FE-2006, FKM-2007 terus sekarang FT-2008. Tetapi hasil tersebut berdasarkan proses demokrasi yang cantik, indah dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dari pergantian tersebut justru menunjukkan pengkaderan di setiap Fakultas berjalan secara baik.
Selamat bagi Presma Baru dan wakilnya untuk pemerintahan tahun 2008, semoga dalam memimpin mampu mengemban amanat yang diberikan oleh temen2 mahasiswa lainnya, sehingga benar-benar dapat memberdayakan semua elemn yang ada di UDINUS.
Terimakasih kepada Presma 2007, Nasmi dan Ridwan. Banyak karya yang telah anda ukir selama menjabat, anda tidak hanya copy paste program pemerintahan lama, melainkan berinovasi dan berusaha memunculkan program-program yang besar yang sangat membanggakan.
Dan tak lupa seluruh panitia kususnya mas Fahri/Kaqfa, anda menunjukkan bahwa kerja tim adalah menjadikan semua berjalan secara baik dan lancar.
Hidup Prema hidup mahasiswa hidup Pemira. Jayalah UDINUS untuk selama-lamanya.
04 Maret, 2008
Alasan Mahasiswa Menolak RUU BHP
RUU BHP merupakan amanat UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) seperti tercantum dalam Pasal 53 yang jelas-jelas mengamanatkan pembentukan badan hukum pendidikan. Dalam kaitan ini, pada 21 Maret 2007, pemerintah telah mengajukan draft RUU BHP ke DPR. Perlu diketahui bahwa RUU ini akan digodog di DPR RI Komisi X (Bidang Pendidikan). Proses berikutnya adalah DPR akan membahas RUU tersebut, diujipublikan dan kemudian disahkan. Tahap uji Publik dilakukan di 10 propinsi mulai 8-15 Desember dan 29 Desember 2007 hingga 6 Januari 2008.
Menurut Wakil Ketua Komisi X Heri Akhmadi mengemukakan selama proses pembahasan RUU BHP, Panitia Kerja DPR telah berupaya menyerap dan mengakomodasi berbagai aspirasi serta wacana yang berkembang di masyarakat. Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, antara lain menyangkut:
1.Pendanaan BHP
2.Keberadaan PNS
3.Keberadaan yayasan penyelenggara pendidikan
4.Serta beasiswa dan bantuan biaya pendidikan.
Sedangkan pihak-pihak yag menolak RUU tersebut adalah:
-Kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
-Penyelenggara atau pengelola yayasan pendidikan.
Dan tentunya DPR sebagi wakil dari rakyat berusaha memperhatikan aspirasi mereka dan menempatkan RUU BHP sebagai ketentuan hukum yang tidak merugikan mahasiswa dan penyelenggara pendidikan.
Tulis saya ini berusaha untuk mencari alasan-alasan mengapa mahasiswa dalam hal ini BEM menolak RUU BHP tersebut. Kita simak aksi mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang menggelar unjuk rasa di Bundaran Kampus UGM. Alasan penolakan adalah mahasiswa menganggap RUU ini versi pemerintah yang mereka nilai sangat menyesatkan dan kental privatisasi, liberalisasi serta komersialisasi pendidikan. (baca antara) Ada juga alasan bahwa RUU BHP adalah suatu penyimpangan sejarah dalam pendidikan di Indonesia. Aliansi BEM seluruh Indonesia menolak komersialisasi dan liberalisasi pendidikan dalam bentuk badan hukum pendidikan. Aliansi BEM terdiri dari perwakilan delapan Universitas di Indonesia (Univ Lambung Mangkurat, IPB, Unibra, Unsud), semuanya berasal dari Perguruan Tinggi Negri. Ada beberapa aliansi BEM di tingkat nasional dintaranya Aliensi BEM Seluruh Indonesia (dominan PTN) dan Aliansi BEM Nusantara (Dominan PTS). Pada aksi Gerakan Mahasiswa Pembebasan di Unair mahasiswa menolak rencana pemerintah melegalkan RUU BHP, karena tidak memihak rakyat. Mahasiswa menuntut pendidikan murah dan bukan dengan menghisap darah rakyat. Dan masih banyak lagi alasan-alasan mahasiswa yang bisa dirangkum sebagai berikut:
1.Liberalisasi dan Komersialisasi pendidikan
2.Pendidikan menjadi Mahal dan hanya untuk orang kaya
3.Pemerintah Cuci tangan terhadap biaya pendidikan
Saya melalui Google mencari berita berkaitan dengan sikap mahasiswa PTS berkaitan dengan BHP, ternyata sampai sekarang belum menemukannya. Justru dikalangan PTS berita yang saya temukan berkaitan dengan dukung tolak BHP ini banyak yang berasal dari Yayasan (BPPTSI) dan APTISI. APTISI paling gencar mendukung sedangkan pihak Yayasan menolak. Saya Tidak membahas mengenai hal ini karena batasan judul saya adalah mahasiswa.
Dari pencarian berita yangg gagal tersebut saya mengubah judul saya menjadi”Mengapa mahasiswa PTN Menolak BHP?”. Alasan yang dikemukakan mahasiswa PTN diatas sangat tepat, karena mahasiswa PTN selama ini sangat menikmati berbagai subsidi dari pemerintah berupa keringanan biaya pendidikan. Jika PTN menjadi BHP maka harus mampu menghidupi dirinya sendiri secara otonom, dan kalau lembaga gagal mencari sumber lain ya kebijakannya pasti menaikan biaya pendidikan dengan menarik uang dari mahasiswa. Ada sisi lain yang perlu dilihat jika PTN dan PTS diubah menjadi BHP, kedudukan PTN sama dengan PTS di mata pemerintah, jika pemerintah masih “bang cinde bang ciladang” dan masih memprioritaskan PTN dan menomorduakan PTS maka PTS perlu protes keras. Kita doakan semoga DPR bisa memutuskan dan mengesahkan UU BHP ini secara baik bagi kemajuan bangsa Indonesia dimasa kini dan masa yang akan datang.
Menurut Wakil Ketua Komisi X Heri Akhmadi mengemukakan selama proses pembahasan RUU BHP, Panitia Kerja DPR telah berupaya menyerap dan mengakomodasi berbagai aspirasi serta wacana yang berkembang di masyarakat. Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, antara lain menyangkut:
1.Pendanaan BHP
2.Keberadaan PNS
3.Keberadaan yayasan penyelenggara pendidikan
4.Serta beasiswa dan bantuan biaya pendidikan.
Sedangkan pihak-pihak yag menolak RUU tersebut adalah:
-Kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
-Penyelenggara atau pengelola yayasan pendidikan.
Dan tentunya DPR sebagi wakil dari rakyat berusaha memperhatikan aspirasi mereka dan menempatkan RUU BHP sebagai ketentuan hukum yang tidak merugikan mahasiswa dan penyelenggara pendidikan.
Tulis saya ini berusaha untuk mencari alasan-alasan mengapa mahasiswa dalam hal ini BEM menolak RUU BHP tersebut. Kita simak aksi mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang menggelar unjuk rasa di Bundaran Kampus UGM. Alasan penolakan adalah mahasiswa menganggap RUU ini versi pemerintah yang mereka nilai sangat menyesatkan dan kental privatisasi, liberalisasi serta komersialisasi pendidikan. (baca antara) Ada juga alasan bahwa RUU BHP adalah suatu penyimpangan sejarah dalam pendidikan di Indonesia. Aliansi BEM seluruh Indonesia menolak komersialisasi dan liberalisasi pendidikan dalam bentuk badan hukum pendidikan. Aliansi BEM terdiri dari perwakilan delapan Universitas di Indonesia (Univ Lambung Mangkurat, IPB, Unibra, Unsud), semuanya berasal dari Perguruan Tinggi Negri. Ada beberapa aliansi BEM di tingkat nasional dintaranya Aliensi BEM Seluruh Indonesia (dominan PTN) dan Aliansi BEM Nusantara (Dominan PTS). Pada aksi Gerakan Mahasiswa Pembebasan di Unair mahasiswa menolak rencana pemerintah melegalkan RUU BHP, karena tidak memihak rakyat. Mahasiswa menuntut pendidikan murah dan bukan dengan menghisap darah rakyat. Dan masih banyak lagi alasan-alasan mahasiswa yang bisa dirangkum sebagai berikut:
1.Liberalisasi dan Komersialisasi pendidikan
2.Pendidikan menjadi Mahal dan hanya untuk orang kaya
3.Pemerintah Cuci tangan terhadap biaya pendidikan
Saya melalui Google mencari berita berkaitan dengan sikap mahasiswa PTS berkaitan dengan BHP, ternyata sampai sekarang belum menemukannya. Justru dikalangan PTS berita yang saya temukan berkaitan dengan dukung tolak BHP ini banyak yang berasal dari Yayasan (BPPTSI) dan APTISI. APTISI paling gencar mendukung sedangkan pihak Yayasan menolak. Saya Tidak membahas mengenai hal ini karena batasan judul saya adalah mahasiswa.
Dari pencarian berita yangg gagal tersebut saya mengubah judul saya menjadi”Mengapa mahasiswa PTN Menolak BHP?”. Alasan yang dikemukakan mahasiswa PTN diatas sangat tepat, karena mahasiswa PTN selama ini sangat menikmati berbagai subsidi dari pemerintah berupa keringanan biaya pendidikan. Jika PTN menjadi BHP maka harus mampu menghidupi dirinya sendiri secara otonom, dan kalau lembaga gagal mencari sumber lain ya kebijakannya pasti menaikan biaya pendidikan dengan menarik uang dari mahasiswa. Ada sisi lain yang perlu dilihat jika PTN dan PTS diubah menjadi BHP, kedudukan PTN sama dengan PTS di mata pemerintah, jika pemerintah masih “bang cinde bang ciladang” dan masih memprioritaskan PTN dan menomorduakan PTS maka PTS perlu protes keras. Kita doakan semoga DPR bisa memutuskan dan mengesahkan UU BHP ini secara baik bagi kemajuan bangsa Indonesia dimasa kini dan masa yang akan datang.
03 Maret, 2008
Ingin Menerima Beasiswa? Menulislah

Jika atmosfir akademis tercipta dalam suatu Kampus, maka suasana kampus benar-benar mencerminkan suasana ilmiah. Mahasiswa dan dosen berinteraksi dalam rangka pengembangan ilmu. Mahasiswa berkumpul dan berdiskusi dalam rangka meningkatkan kemampuan akademis. Guna meningkatkan atmosfir akademik Udinus bisa ditempuh dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan mewajibkan mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa membuat karya tulis Ilmiah. Adapun acuan karya tulis ilmiah adalah berdasar program Dikti yaitu:
1. Karya Tulis Mahasiswa
2. Proposal PKM
3. Tulisan PKMI
diharapkan dengan syarat tersebut mahasiswa lebih berkompetisi secara ilmiah. Perlu disampaikan bahwa Pemerintah memberikan 113 beasiswa bagi mahasiswa UDINUS, yang terdiri dari 45 PPA dan 68 BBM, tiap bulan mahasiswa akan mendapat Rp. 250.000,- selama satu tahun. Untuk tahun ini tidak ada perbedaan antara PPA dan BBM. Kenaikan yang cukup drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana mahasiswa hanya mendapatkan uang beasiswa sebesar 150.000,- perbulan. Bagi yang tertantang untuk mendapatkan beasiswa dimohon segera melihat pengumuman dan segera menulis karya ilmiah, ingat paling lambat dokumen dan syarat-syarat dikumpulkan di BIMA tanggal 10 Maret 2008. Kami Tunggu
1. Karya Tulis Mahasiswa
2. Proposal PKM
3. Tulisan PKMI
diharapkan dengan syarat tersebut mahasiswa lebih berkompetisi secara ilmiah. Perlu disampaikan bahwa Pemerintah memberikan 113 beasiswa bagi mahasiswa UDINUS, yang terdiri dari 45 PPA dan 68 BBM, tiap bulan mahasiswa akan mendapat Rp. 250.000,- selama satu tahun. Untuk tahun ini tidak ada perbedaan antara PPA dan BBM. Kenaikan yang cukup drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana mahasiswa hanya mendapatkan uang beasiswa sebesar 150.000,- perbulan. Bagi yang tertantang untuk mendapatkan beasiswa dimohon segera melihat pengumuman dan segera menulis karya ilmiah, ingat paling lambat dokumen dan syarat-syarat dikumpulkan di BIMA tanggal 10 Maret 2008. Kami Tunggu
Menjadi Aktivis Mahasiswa Adalah Panggilan dan Pilihan
Masa kepengurusan pemerintahan mahasiswa hanya 1 tahun. Masa yang terlalu pendek untuk melaksanakan program-program strategis. Akan tetapi 1 tahun cukuplah kalau dimanfaatkan secara sungguh-sungguh untuk menjalankan program kerja yang diamanatkan sidang umum.
Tanggal 10 s/d 11 Maret 2008 adalah puncak pesta demokrasi mahasiswa UDINUS. Dua hari tersebut dimanfaatkan oleh pemira untuk mengadakan pencoblosan. Seperti layaknya pemilihan Pemimpin yang menentukan maju mundurnya suatu orgnisasi, maka Pemira diawali dengan berbagai macam tahapan. Pada tanggal 6 Maret akan diadakan kampanye dialogis, disinilah calon presiden akan diuji kepiawaiannya berdiplomasi dihadapan publik.
Dalam diskusi tentang kepemimpinan mahasiswa dengan pembicara alumni dan mantan Aktivis Mas Taufan dan WR 3 Tyas Catur Pramudi, serta dihadiri semua calon Presiden dan para aktivis mahasiswa, memberikan gambaran yg jelas bahwa menjadi pemimpin harus memiliki syarat-syarat tertentu, terutama adalah softskills yang baik. Maksudnya mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, bisa menjalin relasi dengan orang lain, bisa kerjasama dan yang terutama adalah sejauhmana yang bersangkutan menemukan jati dirinya. Karena kegagalan mengenali diri sendiri akan menghambat usaha perkembangan kepribadian secara optimal, dan membahayakan keberlangsungan organisasi.
Dibahas juga dalam diskusi Panel tersebut, apa keuntungan menjadi pemimpin mahasiswa. Sedangkan menurut penelitian bahwa aktivis mahasiswa tidak melebihi angka 10%. Bisa dinumerikan 10% dari 9 ribu mahasiswa UDINUS, terdapat 900 mahasiswa. Padahal dari 10% aktivis tersebut hanya 3% yang menjadi pemimpin.
Nah apa yang bisa ditarik dari fakta ditas, menjadi aktivis mahasiswa adalah panggilan, dan menjadi pemimpin mahasiswa adalah pilihan. Justru bertanyaanya dikembangkan sebagai berikut "Menjadi aktivis, sudah berdayakah anda?" kalau anda sudah berdaya, sejauh mana anda memberdayakan 90% yang bukan aktivis menjadi berdaya.
Mumpung masih muda, belajarlah organisasi secara optimal. Untuk bekal nanti diusia produktif, karena mau tidak mau generasi akan berganti, kepemimpinan akan berpindah, dan tiba saatnya anda akan tampil menjadi pemimpin masyarakat. Mengingat berlatih organisasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan soft skills yang memang tidak diajarkan di kurikulum. Sangat disayangkan jika mahasiswa tidak tertarik untuk menjawab panggilan tersebut, dengan membuang waktu-waktu mudanya hanya untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.
Mari kita sukseskan Pemilu Raya Mahasiswa UDINUS tahun 2008, semoga bisa terpilih pemerintahan yang demokratis, peka akan kebutuhan mahasiswa dan selalu mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Dan tidak lupa selalu menjunjung tinggi Panji Dian Nuswantoro sebagai almamater yang sudah memberikan proses pendidikan dengan memanusiawikan manusia muda menjadi benar-benar manusia sejati. Hidup Mahasiwa, jaya UDINUS.
Tanggal 10 s/d 11 Maret 2008 adalah puncak pesta demokrasi mahasiswa UDINUS. Dua hari tersebut dimanfaatkan oleh pemira untuk mengadakan pencoblosan. Seperti layaknya pemilihan Pemimpin yang menentukan maju mundurnya suatu orgnisasi, maka Pemira diawali dengan berbagai macam tahapan. Pada tanggal 6 Maret akan diadakan kampanye dialogis, disinilah calon presiden akan diuji kepiawaiannya berdiplomasi dihadapan publik.
Dalam diskusi tentang kepemimpinan mahasiswa dengan pembicara alumni dan mantan Aktivis Mas Taufan dan WR 3 Tyas Catur Pramudi, serta dihadiri semua calon Presiden dan para aktivis mahasiswa, memberikan gambaran yg jelas bahwa menjadi pemimpin harus memiliki syarat-syarat tertentu, terutama adalah softskills yang baik. Maksudnya mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, bisa menjalin relasi dengan orang lain, bisa kerjasama dan yang terutama adalah sejauhmana yang bersangkutan menemukan jati dirinya. Karena kegagalan mengenali diri sendiri akan menghambat usaha perkembangan kepribadian secara optimal, dan membahayakan keberlangsungan organisasi.
Dibahas juga dalam diskusi Panel tersebut, apa keuntungan menjadi pemimpin mahasiswa. Sedangkan menurut penelitian bahwa aktivis mahasiswa tidak melebihi angka 10%. Bisa dinumerikan 10% dari 9 ribu mahasiswa UDINUS, terdapat 900 mahasiswa. Padahal dari 10% aktivis tersebut hanya 3% yang menjadi pemimpin.
Nah apa yang bisa ditarik dari fakta ditas, menjadi aktivis mahasiswa adalah panggilan, dan menjadi pemimpin mahasiswa adalah pilihan. Justru bertanyaanya dikembangkan sebagai berikut "Menjadi aktivis, sudah berdayakah anda?" kalau anda sudah berdaya, sejauh mana anda memberdayakan 90% yang bukan aktivis menjadi berdaya.
Mumpung masih muda, belajarlah organisasi secara optimal. Untuk bekal nanti diusia produktif, karena mau tidak mau generasi akan berganti, kepemimpinan akan berpindah, dan tiba saatnya anda akan tampil menjadi pemimpin masyarakat. Mengingat berlatih organisasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan soft skills yang memang tidak diajarkan di kurikulum. Sangat disayangkan jika mahasiswa tidak tertarik untuk menjawab panggilan tersebut, dengan membuang waktu-waktu mudanya hanya untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.
Mari kita sukseskan Pemilu Raya Mahasiswa UDINUS tahun 2008, semoga bisa terpilih pemerintahan yang demokratis, peka akan kebutuhan mahasiswa dan selalu mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Dan tidak lupa selalu menjunjung tinggi Panji Dian Nuswantoro sebagai almamater yang sudah memberikan proses pendidikan dengan memanusiawikan manusia muda menjadi benar-benar manusia sejati. Hidup Mahasiwa, jaya UDINUS.
24 Februari, 2008
Proposal Program Pengembangan Soft Skills
Tahun 2007 kemarin, UDINUS mengajukan proposal program pengembangan soft skills, dan ternyata belum berhasil. Sebanyak 186 proposal yang masukke DIKTI , 30 proposal dinyatakan lolos seleksi berikutnya, yang akhirnya hanya 15 proposal yang dinyatakan lolos. Bisa dibayangkan betapa ketatnya persaingan tersebut.
Ditahun 2008 ini Dikti kembali menawarkan program soft skills tersebut dengan dana tidak melebihi 150 juta/tahun. Mengingat batas akhir penerimaan proposal masuk ke Dikti 31 Maret 2008, maka segera koordinasi untuk membentuk tim yang bertugas menyusun proposal program Soft skills tersebut. Paling tidak kita pernah mencoba ditahun kemarin, biarpun itu belum berhasil. Dari yang sudah ada tersebut bisa disempurnakan menjadi lebih baik dan dinyatakan layak mendapatkan dana hibah .
Ditahun 2008 ini Dikti kembali menawarkan program soft skills tersebut dengan dana tidak melebihi 150 juta/tahun. Mengingat batas akhir penerimaan proposal masuk ke Dikti 31 Maret 2008, maka segera koordinasi untuk membentuk tim yang bertugas menyusun proposal program Soft skills tersebut. Paling tidak kita pernah mencoba ditahun kemarin, biarpun itu belum berhasil. Dari yang sudah ada tersebut bisa disempurnakan menjadi lebih baik dan dinyatakan layak mendapatkan dana hibah .
21 Februari, 2008
DAFTAR NAMA MAHASISWA UDINUS PENERIMA HIBAH PKM TAHUN 2008
| No. | PROGRAM | NAMA KETUA | PEMBIMBING | ANGGOTA |
| 1 | PKMK | Andri Tri Cahyono | Sriwinarno | Hendria; Andri;Khabib |
| 2 | PKMK | Sofyan Toni | Lily Kresnowati | Agung Febri; Ayu W |
| 3 | PKMK | Iryanis Chusnul K | Yohan Wismantoro | Wikan Isthika;Diah S |
| 4 | PKMK | M. Ilham Chalid K | Yudhi Darmawan | Bagas; Arahman |
| 5 | PKMK | Victory Yuniarso | Andik Setiyono | Erik Ganda; Heri Kis |
| 6 | PKMM | Mulyono | Nurjanah | Wahyu Dayat; Amalia |
| 7 | PKMM | Audita Zulfikria | Lily Kresnowati | Nunik w; Diana P |
| 8 | PKMM | Indri Aryati | Ngurah Panji | Andika; Meylisa |
| 9 | PKMM | Bukirom | Wisnu Adi P. | Martono; Beni Kus |
| 10 | PKMT | Widya Hapsari | Yudhi Darmawan | Eny Puji; Dani K |
UDINUS Tuan Rumah Peksimida 2008
Pekan Seni Mahasiswa Nasional- Peksiminas IX akan dilaksanakan di Jambi 26 Juli s/d 2 Agustus 2008. Untuk mensukseskan tim dari perguruan tinggi Jawa Tengah, maka BPSMI Jateng sebagai organisasi yang mewadahi pembinaan seni mahasiswa akan mengadakan Peksimida yang rencana akan diadakan sekitar 5 Mei s/d 30 Juni, tergantung perguruan tinggi penyelenggara Peksimida sebagai ajang seleksi ke tingkat Nasional. Pengiriman data pemenang ke BPSMI Jateng adalah 7 Juli 2008.
Terdapat 6 kelompok yang dipertandingkan yaitu:
1. Vocal Grup - pelaksana adalah UKSW Salatiga
2. Tari - pelaksan adalah UNNES
3. Nyanyi Tunggal - Pelaksana adalah UNSOED Purwokarto
4. Baca Puisi - Pelaksana adalah UNDIP
5. Lukis Poster, Desain Grafis Komputer, Fotografi, Komik Strip dan Film Pendek- Pelaksana adalah UDINUS Semarang
6. Teater Monolog- pelaksana adalah ISI Surakarta
Dalam kesempatan ini UDINUS menjadi penyelenggara lomba lukis poster, Desain Grafis Komputer, Fotografi, Komik Strip dan Film Pendek. Dalam pelaksanaan akan banyak melibatkan sumber daya di program studi seperti DKV, Broadcasting dan multimedia, serta tidak lupa peranan TVKU dan UKM fotografi.
Mengingat Jateng tahun 2006 adalah juara umum maka perlu persiapan yang sungguh-sungguh untuk mempertahankan posisi puncak tersebut. Dalam rapat di UNS kemarin (12 Pebruari) ada himbauan kepada Pemerintah untuk tidak berlaku diskriminasi dalam mengapresiasikan prestasi antara Olahraga dan Seni. Ketua BPSMI Jateng yang kebetulan PR3 UNS pak Dwi mengungkapkan uneg-uneg ini ke Gubernur dan KaDinas Pendidikan, berkaitan dengan kenyataan bahwa saat prestasi puncak mahasiswa di bidang seni, yang lolos sebagai juara umum, pemenang tidak mendapatkan hadiah, sedangkan sewaktu POMNAS 2007, dimana Jawa Tengah justru mengalami kemerosotan prestasi dari urutan 3 meluncur ke urutan 7, malah diberi hadiah berupa uang 15 juta sampai 7 juta. Pantas lah kalau Pengurus BPSMI merasa diperlakukan secara tidak adil. Semoga hal ini tidak terjadi lagi ditahun depan.
SALAM BUDAYA
Usaha Pembinaan Penalaran Membuahkan Hasil
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa UDINUS dalam bidang minat bakat, telah mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai lembaga. Udinus juara umum Porsimaptar yg diadakan AKPOL Semarang, Masuk tiga besar Porseni 2007 di Unnes, Mewakili Jawa Tengah team Bola basket Putra dan Putri sekaligus ke tingkat Nasional dll. Demikian juga peningkatan prestasi di penalaran terus menerus diupayakan. Dan upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dari 21 proposal yg kita kirimkan ke DIkti, hampir 50% lolos seleksi, sebanyak 10 proposal PKM lolos dan mendapatkan dana dari Pemerintah. Adapun daftar PKM yang lolos beserta dosen pembimbing adalah sbb:
1. Andri Tri Cahyono; PKMK; Bp. Sriwinarno, FIK
2. Sofyan Toni; PKMK;Ibu Lily Kresnowati; FKM
3. Iryanis Chusnul K;PKMK; Bp. Dr Yohan Wismantoro; FE
4. M. Ilham Chalid; PKMK;Bp. Yudi Dharmawan; FKM
5. Victory Yuniarso;PKMK; Bp. Andik Setiyono;FIK
6. Mulyono;PKMM;Ibu Nurjanah; FKM
7. Audita Zulfikria;PKMM;Ibu Lily Kresnowati;FKM
8. Indri Aryati;PKMM;Bp. Ngurah Pandji; FE
9. Bukirom;PKMM;Bp. Wisnu Adi P; FT
10. Widya Hapsari;PKMT; Bp. Yudhi Dharmawan; FKM
Keterangan:
PKMK: Kewirausahaan
PKMM:Pengabdian Masyarakat
PKMT:Teknologi
Statistik berdasar Fakultas:
FKM= 5 Proposal
FIK=2 Proposal
FE=2 Proposal
FT= 1 Proposal
Selamat kepada mahasiswa yang dinyatakan lolos, dan saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak kusunya para pelatih dan pelaksana(Pak Sunardi, Bu Dian, Pak Zaenal, Pak Haryo, Pak Yuliman, Pak Aris, Pak Yudi, Pak Usman, Pak Karis,Pak Heri, Mas Rendra, mas Parwo dll yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu), dan terlebih terimakasih kepada para dosen pembimbing yang sudah menyediakan waktunya untuk memberikan bimbingan serta tak lupa terimakasih kepada para pejabat Rektorat, Fakultas dan Progdi.
18 Februari, 2008
Kunjungan ke PT Djarum
anggal 18 Februari 2008 kami berlima (Saya, P. Nardi, Bu Yusnita, P. Yudi dan P. Wisnu) mengadakan kunjungan ke PT Djarum dan beraudiensi dengan Pak A. Budihardjo dan Pak Pasya Andika. Mengapa kita berkunjung ke PT Djarum? Pertama kita mempunyai maksud memberikan apresiasi terhadap program-program Djarum terutama dalah Program bakti Pendidikan. PT Djarum mempunyai tiga program bakti yaitu: Bakti Pendidikan, Bakti Olahraga dan Bakti Lingkungan. Semua berjalan sangat baik dan membuahkan hasil. Bakti olahraga memperlihatkan keberhasilan PT Djarum dengan PB Djarumnya menghasilkan para juara di tingkat Internasional, Bakti pendidikan dikenal dengan nama Beswan Djarum dimana programnya tidak hanya memberikan uang saja melainkan juga memberi program-program peningkatan soft skills. Ternyata model pemberian beasiswa ini mulai dipakai oleh Pemerintah melaui program beasiswa unggulan aktivis.
Ada tiga agenda yang dibahas dalam audiensi tersebut yaitu:
1. Seminar Nasional yang diadakan Oleh FBS bulan Mei mendatang
2. Pembinaan Soft Skills
3. Kerjasama Institusi
Kenapa kita membicarakan soft skills dengan pimpinan Djarum tersebut? karena dari pengamatan kami, Djarum berhasil menjalankan program softskillsnya melalui Beswan Djarum. Dari keberhasilan tersebut kita ingin belajar tentang filosofi, materi, metode dll yang selama ini digunakan oleh PT. Djarum. Sungguh luar biasa, apa yang dipaparkan pak Budi dan Pak Pasya diluar perkiraan kita. Orang yang berkembang dalam dunia usaha, bisnis dan dagang mempunyai pemikiran dan wawasan yang jauh kedepan, justru melampaui pemikiran seorang pendidik.
Di proses seleksi karyawan Djarum, yang namanya IPK hanya dijadikan syarat administrasi untuk masuk seleksi saja, selebihnya justru kepribadian memegang kunci utama untuk menentukan bisa diterima atau ditolak. Selain itu bagaimana sikap yang bersangkutan terhadap penyesuai kultur perusahaan. Yang sering dihadapi sarjana sekarang adalah ketidak mampuan menjual potensi diri, bahkan apa yang menjadi value dalam dirinya saja tidak tahu, apa yang mau dipromosikan sebagai pegawai?
Ada wacana untuk menjalin kerjasama antar institusi antara Djarum dan UDINUS mengingat selama ini keduanya sudah ada relasi kerjasama.
Ada tiga agenda yang dibahas dalam audiensi tersebut yaitu:
1. Seminar Nasional yang diadakan Oleh FBS bulan Mei mendatang
2. Pembinaan Soft Skills
3. Kerjasama Institusi
Kenapa kita membicarakan soft skills dengan pimpinan Djarum tersebut? karena dari pengamatan kami, Djarum berhasil menjalankan program softskillsnya melalui Beswan Djarum. Dari keberhasilan tersebut kita ingin belajar tentang filosofi, materi, metode dll yang selama ini digunakan oleh PT. Djarum. Sungguh luar biasa, apa yang dipaparkan pak Budi dan Pak Pasya diluar perkiraan kita. Orang yang berkembang dalam dunia usaha, bisnis dan dagang mempunyai pemikiran dan wawasan yang jauh kedepan, justru melampaui pemikiran seorang pendidik.
Di proses seleksi karyawan Djarum, yang namanya IPK hanya dijadikan syarat administrasi untuk masuk seleksi saja, selebihnya justru kepribadian memegang kunci utama untuk menentukan bisa diterima atau ditolak. Selain itu bagaimana sikap yang bersangkutan terhadap penyesuai kultur perusahaan. Yang sering dihadapi sarjana sekarang adalah ketidak mampuan menjual potensi diri, bahkan apa yang menjadi value dalam dirinya saja tidak tahu, apa yang mau dipromosikan sebagai pegawai?
Ada wacana untuk menjalin kerjasama antar institusi antara Djarum dan UDINUS mengingat selama ini keduanya sudah ada relasi kerjasama.
Langganan:
Postingan (Atom)
